Dampak Positif dan Negatif dari Perubahan Sosial

By | December 19, 2020
Dampak Positif dan Negatif dari Perubahan Sosial

Dampak Positif dan Negatif dari Perubahan Sosial

Dampak Positif dan Negatif dari Perubahan Sosial

Dampak Positif dan Negatif dari Perubahan Sosial – Perubahan sosial, apa dan bagaimanapun, pasti menimbulkan dampak tertentu, terhadap individu maupun masyarakat. Dampak tersebut bisa bersifat positif, sehingga membawa kemajuan (progress) dalam berbagai bidang kehidupan. Namun, adakalanya cenderung negatif hingga mengakibatkan kemunduran (regress). Bagaimanakah dampak positif dan negatif dari perubahan sosial? Mari simak bahasan berikut.

section-media

Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai dampak positif dan negatif dari perubahan sosial

DAMPAK POSITIF PERUBAHAN SOSIAL

Dampak positif dari berlangsungnya perubahan sosial, antara lain:

  1. Munculnya nilai dan norma baru
    Seiring bergulirnya perubahan sosial, kebutuhan manusia pun semakin kompleks dan beragam. Adakalanya nilai dan norma tertentu dirasakan usang atau tak lagi mampu mengakomodir kebutuhan-kebutuhan tersebut. Dalam keadaan seperti ini, perubahan sosial dapat mendorong munculnya nilai maupun norma baru yang lebih sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
  2. Adanya struktur dan hubungan sosial baru
    Struktur dan hubungan sosial baru ini biasanya lebih menekankan pada penghormatan terhadap hak asasi manusia. Dalam kehidupan bermasyarakat pun, warga negara semakin berhati-hati dalam sikap dan perilakunya agar tidak melanggar hak asasi orang lain, terutama kaum minoritas.
  3. Terjadinya diferensiasi struktural
    Yakni berkembangnya lembaga-lembaga sosial baru sehingga lebih memungkinkan anggota masyarakat untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan yang kian kompleks. Dengan demikian, diharapkan fungsi pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dilaksanakan dengan lebih baik, bukan justru menurun dan memburuk.
  4. Munculnya budaya ilmiah
    Munculnya budaya ilmiah merupakan dampak dari perkembangan yang pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Secara umum, budaya ilmiah atau scientific culture bermakna bahwa setiap penjelasan atas gejala sosial maupun non-sosial haruslah dilakukan dengan mengacu pada deskripsi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Itulah sebabnya, observasi, penelitian, maupun penalaran mesti dilakukan secara tepat agar bisa berfungsi sebagai sarana pencarian pengetahuan ilmiah.
  5. Kesadaran dan partisipasi politik yang semakin tinggi
    Secara umum, partisipasi politik dapat dimaknai sebagai kegiatan seseorang atau kelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, antara lain, dengan memilih pimpinan pemerintahan dan, secara langsung maupun tidak langsung, mempengaruhi kebijakan pemerintah.
  6. Meningkatnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
    H.A.R. Tilaar, merujuk pada pemikiran Shimon Peres (2000), berpendapat bahwa dalam peradaban baru ini (era informasi), ada tiga kekuatan yang dominan, yakni:
    • Ilmu pengetahuan,
    • Teknologi sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dan
    • Informasi.
  7. Terbukanya peluang mobilitas
    Tingkat pendidikan formal yang tinggi dan tersedianya lapangan kerja di sektor industri membuka kesempatan luas bagi individu-individu ambisius untuk melakukan perbaikan taraf hidupnya. Hambatan untuk melakukan mobilitas sosial pun nyaris sirna sepenuhnya, sehingga semakin terbuka kesempatan untuk mengadakan mobilitas sosial pada semua strata.

DAMPAK NEGATIF PERUBAHAN SOSIAL

Adapun dampak yang bersifat negatif, di antaranya:

  1. Adanya disorientasi nilai dan norma
    Dalam keadaan disorientasi, nilai dan norma yang seharusnya dijadikan pedoman dalam kehidupan masyarakat cenderung diabaikan. Pengabaian tersebut seiring semakin tingginya kebutuhan akan kebebasan maupun independensi dari otoritas tradisional.
  2. Perubahan tingkah laku
    Banyak ahli yang berpendapat bahwa perkembangan teknologi, terutama internet dengan berbagai situs jejaring sosialnya, telah mengasingkan individu dari pergaulan tatap muka dan membuat mereka merasa gamang ketika harus berinteraksi secara langsung dengan orang lain. Ini dapat mengakibatkan munculnya berbagai perilaku yang anti-sosial (anti social behaviour).
  3. Degradasi moral
    Di tengah derasnya arus perubahan saat ini, banyak orang mungkin tak lagi bisa membedakan antara yang baik dengan yang buruk.Penetrasi budaya asing, melalui film, tayangan televisi, ataupun media internet, telah membawa sedemikian banyak pengaruh dan contoh perilaku yang menurut budaya negara lain bisa diterima, tapi dalam budaya Indonesia dipandang tercela.
  4. Budaya konsumtif yang kian menggejala
    Perubahan sosial telah mengakibatkan perluasan dan integrasi pasar antar negara-negara maju, negara-negara sedang berkembang, atau pun antar keduanya. Pusat kebudayaan dunia berada di negara-negara industri yang memproduksi baik barang-barang, jasa-jasa, maupun simbol-simbol modernitas, kemudian lantas dikomsumsi secara global oleh seluruh penduduk dunia melalui komoditisasi dalam kemasan-kemasan budaya.
  5. Anggota masyarakat semakin individualistik
    Saat ini, masing-masing anggota masyarakat lebih mementingkan kepentingan pribadi sehingga kerap kali mengesampingkan kepentingan umum. Hubungan antar manusia bersifat sekunder, serba terbatas pada bidang kehidupan tertentu saja. Individu berinteraksi dengan individu lain bukan lagi didasari atas kepedulian, kasih sayang, ketulusan, ataupun persahabatan, tetapi seringkali hanya karena membutuhkan sesuatu. Pengendalian sosial (social control) pun semakin melemah, seiring sikap individu yang semakin abai terhadap lingkungannya, sehingga perilaku menyimpang kian marak terjadi.
  6. Munculnya konflik sosial vertikal ataupun horizontal
    Masyarakat kini tampaknya semakin mudah terpancing untuk berkonflik dan melakukan kekerasan. Kekerasan seakan telah menjadi bahasa yang lazim digunakan dan mereka yang menggunakannya sama sekali tidak menyadari bahwa kekerasan takkan pernah menyelesaikan masalah melainkan malah memperumit keadaan. Hal ini sebagai akibat adanya perbedaan sikap dan kepentingan dalam menghadapi perubahan sosial.
  7. Kesenjangan sosial
    Anggota masyarakat yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tentu akan mampu meningkatkan taraf hidupnya. Sebaliknya, bila tidak mampu melakukan penyesuaian lambat laun akan semakin terbelakang dan mengalami penurunan kualitas hidup. Sehubungan terus bergulirnya perubahan, semakin lebar pula kesenjangan sosial yang tercipta dalam hubungan antara dua keadaan yang saling bertolak belakang ini.
  8. Terjadi berbagai bentuk kerusakan lingkungan dan bencana alam yang diakibatkan oleh perubahan pola kehidupan masyarakat
    Pemanasan global (global warming), sebagai salah satu bentuk bentuk kerusakan lingkungan dan bencana alam yang diakibatkan oleh perubahan pola kehidupan masyarakat, telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia, terutama negara yang mengalami industrialisasi dan pola konsumsi tinggi (gaya hidup konsumtif).

Rangkuman

  1. Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif.
  2. Perubahan sosial, misalnya, dapat mendorong munculnya nilai maupun norma baru yang lebih sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
  3. Di sisi lain, nilai dan norma yang seharusnya dijadikan pedoman dalam kehidupan masyarakat cenderung diabaikan akibat derasnya arus perubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *