Penyebab Internal dan Eksternal Perubahan Sosial

By | December 19, 2020
Penyebab Internal dan Eksternal Perubahan Sosial

Penyebab Internal dan Eksternal Perubahan Sosial

Penyebab Internal dan Eksternal Perubahan Sosial

Penyebab Internal dan Eksternal Perubahan Sosial – Perubahan sosial melekat pada keberadaan masyarakat. Tidak ada satu masyarakat pun yang terluput dari perubahan. Apakah penyebab internal dan eksternal dari perubahan sosial dalam masyarakat? Mari simak bahasan berikut.

section-media

Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai penyebab internal dan eksternal dari perubahan sosial dalam masyarakat.

PENYEBAB INTERNAL PERUBAHAN SOSIAL

Penyebab perubahan sosial dapat bersumber dari dalam masyarakat itu sendiri (internal) atau pun dari luar masyarakat (eksternal). Beberapa penyebab yang bersifat internal, di antaranya:

Dinamika kependudukan

Dinamika kependudukan adalah bertambah dan berkurangnya jumlah penduduk. Dinamika tersebut, antara lain, dipengaruhi oleh angka kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), arus masuk penduduk (migrasi positif), dan arus keluar penduduk (migrasi negatif).

Pertambahan penduduk yang tidak terkendali akan menimbulkan banyak masalah sosial, seperti meningkatnya angka pengangguran karena pasokan tenaga kerja tidak dapat diimbangi oleh penyediaan lapangan kerja, kemiskinan, kelangkaan pangan, serta terbatasnya sarana permukiman yang layak sehingga menyebabkan berkembangnya kawasan-kawasan permukiman kumuh. Semua masalah sosial dimaksud akhirnya mengarah menimbulkan perubahan sosial dalam masyarakat.

Sebagaimana halnya pertambahan penduduk dapat menimbulkan perubahan sosial, penurunan jumlah penduduk pun demikian halnya. Penurunan jumlah penduduk, misalnya, dapat mengakibatkan berkurangnya produktivitas suatu masyarakat dan kemunduran perekonomian karena terbatasnya penduduk usia produktif. Untuk mengatasinya, tentunya memerlukan perubahan radikal di bidang kesehatan untuk meningkatkan angka kelahiran dan usia harapan hidup. Pengembangan industri pun diarahkan pada yang bersifat padat teknologi, sehingga tidak membutuhkan banyak tenaga kerja.

Penemuan-penemuan baru

William Ogburn (1964) mengidentifikasikan penemuan (discovery) sebagai suatu cara baru melihat kenyataan. Kenyataannya sendiri sudah ada sejak lama, tapi orang baru saja melihatnya dengan cara yang berbeda, sehingga menghasilkan perubahan sosial.

Menurut Soerjono Soekanto (1982), ada beberapa faktor yang mendorong individu untuk selalu berupaya mencari penemuan baru, yaitu:

  1. Kesadaran dari orang-perorangan akan kekurangan dalam kebudayaan.
  2. Kualitas dari ahli-ahli dalam suatu kebudayaan dan masyarakat.
  3. Adanya perangsang, biasanya berupa penghargaan atau imbalan materi, bagi penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.

Pertentangan dalam masyarakat

Pertentangan dalam masyarakat merupakan hal yang lazim terjadi. Ada yang merasa telah puas dengan keadaan saat ini sehingga berupaya mempertahankannya. Tapi, ada sebagian yang merasa tidak puas sehingga ingin melakukan perubahan. Pertentangan ini pada akhirnya pasti menimbulkan perubahan, baik keseluruhan maupun sebagian.

Terjadinya pemberontakan atau revolusi dalam masyarakat bersangkutan

Pemberontakan atau revolusi juga didorong oleh ketidakpuasan terhadap segi-segi tertentu dari kehidupan bermasyarakat. Hanya saja tujuannya lebih pada perubahan rezim pemerintahan, dimana pemberontakan atau revolusi dilakukan untuk menjungkalkan pemerintahan lama yang dinilai sebagai sumber dari segala ketidakpuasan dan menggantikannya dengan pemerintahan baru yang dianggap mampu membawa perubahan ke arah lebih baik.

PENYEBAB EKSTERNAL PERUBAHAN SOSIAL

Selain penyebab-penyebab yang berasal dari dalam masyarakat (internal), perubahan sosial juga dapat disebabkan oleh faktor-faktor eksternal, antara lain:

  1. Perubahan lingkungan fisik/alam
    Perubahan lingkungan fisik atau alam dapat menimbulkan perubahan sosial dalam masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang baru. Dengan perkataan lain, perubahan sosial merupakan bentuk adaptasi sosial terhadap perubahan lingkungan fisik. Adapun adaptasi tersebut dilakukan dengan tujuan-tujuan tertentu:
    • Mengatasi halangan-halangan dari lingkungan.
    • Menyalurkan ketegangan sosial.
    • Mempertahankan kelanggengan kelompok atau unit sosial.
    • Bertahan hidup.
  2. Peperangan dengan negara lain
    Peperangan lazimnya melibatkan penggunaan kekuatan militer dan senjata-senjata canggih berdaya rusak dahsyat. Dampaknya pasti sangatlah mengerikan, korban jiwa berjatuhan, infrastruktur hancur berantakan, dan ikatan-ikatan sosial tercerai-berai. Dalam kondisi peperangan, perubahan sosial merupakan keniscayaan. Kehidupan yang semula normal, kini serba mengkhawatirkan. Anggota masyarakat yang sebelumnya dapat beraktivitas dengan bebas, sekarang dicekam ketakutan akan kehilangan nyawanya.
  3. Pengaruh kebudayaan lain
    Pengaruh kebudayaan lain dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya, baik asimilasi maupun akulturasi. Asimilasi terjadi ketika berbagai kelompok manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda berinteraksi secara intensif dalam waktu yang lama. Pada proses asimilasi, terjadi peleburan kebudayaan sehingga pihak-pihak yang tengah berasimilasi akan merasakan adanya kebudayaan tunggal sebagai milik bersama. Akibat dari interaksi sosial ini adalah bahwa kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia itu berubah sifat dan unsur-unsurnya sehingga menjadi kebudayaan campuran.

Perubahan dapat pula berwujud akulturasi, yakni proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan sendiri.

Rangkuman

  1. Penyebab perubahan sosial dapat bersumber dari dalam masyarakat itu sendiri (internal) atau pun dari luar masyarakat (eksternal).
  2. Penyebab internal, misalnya dinamika kependudukan, penemuan-penemuan baru, dan terjadinya pemberontakan atau revolusi dalam masyarakat.
  3. Penyebab eksternal, antara lain, perubahan lingkungan fisik/alam, peperangan dengan negara lain, serta pengaruh kebudayaan lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *