Tokoh dan Penyebab Munculnya Gerakan Reformasi Gereja

By | December 18, 2020
Tokoh dan Penyebab Munculnya Gerakan Reformasi Gereja

Tokoh dan Penyebab Munculnya Gerakan Reformasi Gereja

Tokoh dan Penyebab Munculnya Gerakan Reformasi Gereja

Tokoh dan Penyebab Munculnya Gerakan Reformasi Gereja – Apa penyebab munculnya gerakan Reformasi Gereja? Siapa tokoh – tokoh yang menyuarakan perubahan dalam tubuh geraja Kristen? Apa gerakan yang muncul dalam Reformasi Gereja? Berikut penjelasannya.

Setelah mempelajari bahasan ini, kalian akan mengetahui latar belakang munculnya Reformasi Gereja di Eropa.

Reformasi gereja adalah sebuah upaya untuk memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat yang dinilai rusak akibat penyimpangan yang dilakukan oleh elemen – elemen penting dalam gereja. Reformasi gereja berlangsung di abad pertengahan dengan agama Kristen sebagai agama resmi dari kekaisaran Romawi. Masa ini ditandai dengan munculnya dominasi gereja di Eropa pada saat bersatunya kembali daerah bekas kekuasaan Kekaisaran Romawi Barat di bawah pimpinan Raja Charlemagne.

Dominasi inilah yang menjadi sumber dari sejumlah penyelewengan pengaruh dari Gereja Kristen saat itu. Sejumlah penyimpangan yang dilakukan, antara lain :

  • Penyuapan oleh pemuka agama kepada petinggi gereja untuk memperoleh kedudukan sosial keagamaan yang tinggi.
  • Skandal Paus, sebagai pimpinan gereja tertinggi dengan wanita.
  • Penjualan surat pengampunan dosa (indulgensi) untuk membiayai berlangsungnya Perang Salib.
  • Penyimpangan terhadap acara sakramen suci dengan melakukan pemujaan terhadap benda – benda keramat atau tokoh – tokoh suci.

Dari luar institusi keagamaan sendiri, terjadi beberapa peristiwa yang turut melanggengkan reformasi gereja yaitu :

  1. Korupsi atas nama negara.
  2. Munculnya pungutan pajak yang memberatkan untuk kepentingan kaum bangsawan lokal.
  3. Kebangkitan nasionalisme di Eropa.
  4. Perkembangan kapitalisme dan krisis ekonomi di kawasan Imperium Roma.

Reformasi gereja terjadi pertama sekali di Jerman dengan tokoh utamanya, Martin Luther. Jerman menjadi titik awal reformasi karena daerah ini adalah daerah paling konservatif di Eropa akibat kurang berkembangnya sektor industri dan manufaktur sehingga minim pengaruh asing. Wilayah ini juga menjadi wilayah terbesar tempat penjualan surat – surat pengampunan dosa. Faktor – faktor inilah yang kemudian memicu terjadinya gerakan reformasi, selain karena Jerman sedang mengalami transisi menuju masyarakat kapitalis. Sosok Martin Luther mempelopori keharusan adanya pembaharuan keagamaan. Ia mencetuskan gerakan Reformasi Protestan di Jerman dengan melakukan berbagai protes sosial-keagamaaan kepadakekuasaan Paus. Puncaknya adalah ketika Paus menjual surat-surat pengampunan dosa di luar batas.

Gerakan Reformasi Luther dimulai ketika ia membacakan 99 pernyataan protes terhadap gereja dan lembaga kepausan yang menjual surat-surat pengampunan dosa itu.Martin Luther menilai penjualan surat-surat itu bertentangan dengan ajaran YesusKristus. Pembelian surat-surat itu tidak boleh dipaksakan, harus didasarkan atas kesukarelaan karena gereja atau pemuka agama tidak memiliki hak memberikan pengampunan dosa. Pertentangan terhadap doktrin sakramen sucigereja, pastor sebgai mediator antara manusia dengan Tuhan, penyembahan benda dantokoh keramat adalah beberapa tuntutan yang terdapat dalam Doktrin-doktrin Martin Luther untuk meruntuhkanmitos-mitos kesucian yang berada dibalik kekuasaan gereja dan lembaga-lembaga di sekitarnya.

Protes tersebut kemudian diikuti dengan tindakan Martin Luther dan para pengikutnya untuk menterjemahkan Alkitab yang tadinya berbahasa Latin menjadi bahasa Jerman, dan menghapuskan bahasa latin sebagai bahasa Alkitab agar bangsa Jerman dapat secara langsung membaca dan menafsirkan Alkitab.

Tokoh lainnya dalam Reformasi Gereja adalah John Calvin. SepertiMartin Luther, Calvin juga telah meletakan dasar-dasar teologis, filosofis dan intelektual yang kokoh bagi keberhasilan gerakan reformasi Protestan di Eropa. Pemikiran Calvin sendiri dinilai lebih radikal di bandingkan Luther. Calvinisme sangat berpengaruh terhadap perjalanan sejarah Eropa. Pemikiran Celvin yang terkenal adalah adanya gagasan tentang takdir yang telah ditentukan oleh Tuhan. Siapa pun tidak bisa mengubahnya, bahkan pastor sekalipun. Seperti halnya Luther, Calvin pun anti sakramen suci, Calvin beranggapan bahwa manusia bisa langsung berhadapan dengan Tuhan tanpa perantaraaan gereja ataupun pemuka agama.

Dampak langsung dari Reformasi Gereja di Eropa adalah tumbuhnya benih-benih demokratisasi politik, kesadaran individual akan pentingnya hak-hak politik, kebebasan individu. Sehingga menjadi dasar timbulnya gerakan-gerakan demokratisasi yang dan anti kekuasaan totaliter dan keberanian rakyat untuk selalu melakukan kontrol terhadap kekuasaan.Reformasi juga mengakibatkan terbelahnya agama Kristen menjadi sekte-sekte kecil; Lutherisme, Calvinisme, Anglicanisme, Quakerisme, Katholikisme. Meskipun tidak memiliki prinsip yang berbeda, tetapi timbulnya hal tersebut menyebabkan keretakan serius dalam agama kristen.

Rangkuman

  1. Gereja Kristen mendominasi Eropa di masa Kekaisaran Romawi dan bersatunya Eropa.
  2. Dominasi gereja menimbulkan sejumlah penyimpangan terhadap ajaran agama dan tujuan agama tersebut.
  3. Tokoh – tokoh seperti Martin Luther dan John Calvin menyuarakan gerakan untuk mereformasi gereja dan perubahan terhadap kehidupan beragama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *