Latar belakang Perang Vietnam dan Negara yang Berperan

By | December 17, 2020
Latar belakang Perang Vietnam dan Negara yang Berperan

Latar belakang Perang Vietnam dan Negara yang Berperan

Latar belakang Perang Vietnam dan Negara yang Berperan

Latar belakang Perang Vietnam dan Negara yang Berperan – Apakah latar belakang berlangsungnya Perang Vietnam? Negara manakah yang berperan dalam Perang Vietnam? Bagaimanakah upaya penyelesaian yang dilakukan? Berikut penjelasannya.

Setelah mempelajari bahasan ini, kalian akan mengetahui latar belakang dan terjadinya Perang Vietnam.

Selama Perang Dunia II, Jepang menginvasi dan menduduki Vietnam, yakni daerah yang terletak di tepi timur Semenanjung Indochina di Asia Tenggara yang berada di bawah pemerintahan Perancis sejak akhir abad ke-19. Terinspirasi oleh komunisme Uni Soviet dan Cina, seorang tokoh bernama Ho Chi Minh membentuk Viet Minh (Liga untuk Kemerdekaan Vietnam) dengan tujuan melawan Jepang dan pemerintahan kolonial Perancis.

Gerakan tersebut berhasil mendesak Jepang untuk menarik pasukannya pada tahun 1945, merebut Kota Hanoi, dan mendeklarasikan Republik Demokratik Vietnam (DRV) dengan Ho Chi Minh sebagai Presiden. Kemudian Perancis, dengan dukungan dari Bao Dai, mendirikan Vietnam Selatan dengan ibukotanya Saigon pada Juli 1949. Konflik bersenjata antara dua kawasan Vietnam pun terus berlanjut hingga Mei 1954. Konflik ditengahi dengan perikatan perjanjian di Jenewa yang membagi Vietnam menjadi dua kawasan, yaitu Utara dan Selatan.

Setelah hengkangnya Perancis dari kawasan Vietnam, Amerika Serikat (AS) masuk untuk menggantikannya. Kedatangan AS diikuti dengan penumpukan pasukan di Vietnam Selatan yang turut menjadi salah satu pemicu timbulnya perang Vietnam. Perang Vietnam atau disebut juga Perang Indochina II adalah perang yang terjadi antara tahun 1957-1975 di Vietnam. Perang ini digelari sebagai konflik bersenjata paling mahal sepanjang sejarah.

Konflik yang memulai Perang Vietnam dimulai pada tahun 1954, akibat perbedaan ideologi antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Pada masa itu, Vietnam Utara dikenal dengan ideologi komunis karena persahabatannya dengan Tiongkok dan Uni Soviet. Sedangkan Vietnam Selatan adalah sebuah daerah yang memilih demokrasi sebagai ideologinya. Peperangan yang terjadi melibatkan Republik Vietnam (Vietnam Selatan) yang didukung oleh Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Australia, Selandia Baru dan Filipina. Adapun Vietnam Utara mendapatkan dukungan dari Uni Soviet dan Tiongkok.

Pada tanggal 2 Agustus 1964, dua kapal pesiar AS ditembaki oleh kapal-kapal patroli Vietnam Utara di Teluk Tonkin. Akibatnya, di bulan Maret 1965, pesawat tempur AS memulai Operation Rolling Thunder yang melakukan pemboman terhadap Vietnam Utara. Sekitar tiga setengah tahun kemudian, bom-bom dijatuhkan di sekitar Vietnam Utara, dengan jumlah dua kali lipat lebih banyak dibanding jumlah bom yang dijatuhkan pada Perang Dunia II.

Puncak perang Vietnam terjadi pada tahun 1968, ketika Amerika Serikat mengirim lebih dari 500.000 pasukannya ke Vietnam. Jumlah tersebut masih ditambah lagi pasukan Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Filipina, dan Thailand yang berjumlah 90.000 orang, juga tentara Vietnam Selatan sebanyak 1,5 juta personil. Sebagai perbandingan, Front Pembebasan Nasional di Vietnam Utara yang dijuluki ‘Vietkong’ oleh AS hanya diperkuat sekitar 400.000 pasukan.

Melalui operasi militer, angkatan udara AS melakukan serangan bom ke wilayah Vietnam Utara yang berakhir pada Oktober 1968. Setelah itu, AS berangsur menarik pasukannya dari Vietnam. Perang panjang selama 10 tahun pun berakhir, membekaskan pengalaman sangat berharga bagi AS. Tahun 1969 di Paris (Perancis), tiga negara, yakni AS, Vietnam Selatan, dan Vietnam Utara melakukan negosiasi membahas penarikan seluruh pasukan AS dari Vietnam. Pada tahun 1972, sebelum negosiasi Paris membawa hasil, AS telah mengurangi pasukannya sekitar 100.000 orang.

Pada bulan Maret 1973, pasukan terakhir AS meninggalkan Vietnam atas perintah dari Presiden Richard Nixon. Dua tahun kemudian, Vietnam Utara dan kekuatan komunis Selatan memulai serangan dengan maksud untuk menguasai negara Vietnam Selatan. Tepatnya 30 April 1975, pasukan Vietnam Utara berhasil menduduki Saigon sekaligus sebagai tanda berakhirnya perang yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Perang Vietnam telah mengakibatkan eksodus besar dari penduduknya ke negara-negara lain, terutama Amerika Serikat dan Australia. Tidak heran jika sampai saat ini banyak dijumpai komunitas Vietnam di negara tersebut dengan jumlah populasi yang cukup signifikan. Perang Vietnam juga turut membawa dampak kepada masyarakat Amerika Serikat, masyarakat terpecah menjadi dua kelompok yaitu pro perang Vietnam dan yang tidak mendukung perang Vietnam. Bagi pemerintah sendiri, Amerika Serikat mengeluarkan banyak dana untuk merehabilitasi prajurit-prajuritnya yang menjadi korban dari Perang Vietnam.

Rangkuman

  1. Terinspirasi oleh komunisme Uni Soviet dan Cina, seorang tokoh bernama Ho Chi Minh membentuk Viet Minh (Liga untuk Kemerdekaan Vietnam) dengan tujuan melawan Jepang dan pemerintahan kolonial Perancis. Gerakan tersebut berhasil mendesak Jepang untuk menarik pasukannya pada tahun 1945, merebut Kota Hanoi, dan mendeklarasikan Republik Demokratik Vietnam (DRV) dengan Ho Chi Minh sebagai Presiden.
  2. Kemudian Perancis, dengan dukungan dari Bao Dai, mendirikan Vietnam Selatan dengan ibukotanya Saigon pada Juli 1949.
  3. Konflik bersenjata antara dua kawasan Vietnam pun terus berlanjut hingga Mei 1954. Konflik ditengahi dengan perikatan perjanjian di Jenewa yang membagi Vietnam menjadi dua kawasan, yaitu Utara dan Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *