Sistem Pertahanan Tubuh dan Gangguannya

By | December 28, 2020
Sistem Pertahanan Tubuh dan Gangguannya

Sistem Pertahanan Tubuh dan Gangguannya

Sistem Pertahanan Tubuh

Sistem Pertahanan Tubuh dan Gangguannya – Pada topik ini, kalian akan belajar tentang sistem pertahanan tubuh. Saat di musim penghujan, seseorang akan rentang terserang influenza. Hal itu karena sistem pertahanan tubuh seseorang menurun. Lalu apa sebenarnya sistem pertahanan tubuh? Simak ulasan berikut.

Sistem pertahanan tubuh berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan benda asing atau bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Benda asing tersebut dapat berupa mikroorganisme penyebab penyakit patogen misalnya virus, bakteri, jamur, dan protozoa.

Sistem pertahanan tubuh dibentuk oleh sistem limfatik dan sel darah putih. Sistem limfatik terdiri dari pembuluh limfa yang berisi cairan limfa dan organ limfoid. Cairan limfa merupakan plasma darah yang merembes keluar dari pembuluh kapiler dan masuk ke jaringan tubuh. Sistem pertahanan pertama tubuh terhadap penyakit adalah kekebalan bawaan yang bersifat eksternal. Kekebalan eksternal meliputi jaringan epitelium, yaitu kulit dan jaringan mukus dan sekresi yang dihasilkan. Berikut ini merupakan jenis-jenis sistem pertahanan tubuh.

Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik

Sistem pertahanan tubuh ini merupakan sistem pertahanan tubuh yang tidak membedakan mikroorganisme patogen antara satu dan lainnya.

Pertahanan yang terdapat di permukaan tubuh

  • Pertahanan fisik dilakukan oleh kulit dan membran mukosa.
  • Pertahanan mekanis dilakukan oleh rambut hidung dan silia.
  • Pertahanan kimiawi dilakukan oleh secret yang dihasilkan kulit dan membran mukosa.
  • Pertahanan biologis dilakukan oleh populasi bakteri tidak berbahaya yang hidup di kulit dan membran mukosa.
  1. Respon peradangan
    Inflamasi merupakan respon tubuh terhadap kerusakan jaringan, misalnya akibat tergores atau benturan keras. Proses ini dipengaruhi oleh histamin dan prostaglandin.
  2. Fagositosis
    Mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh sel-sel fagosit, dengan jalan mencerna mikroorganisme/ partikel asing yang masuk ke dalam tubuh.
  3. Protein antimikroba
    Jenis protein yang berfungsi dalam sistem pertahanan tubuh ini adalah protein komplemen dan interferon. Protein komplemen berfungsi untuk membunuh kuman penginfeksi dengan cara membentuk lubang pada dinding sel dan membran plasma bakteri tersebut. Interferon akan membentuk zat yang mampu mencegah replikasi virus sehingga serangan virus dapat dicegah.

Sistem Pertahanan Tubuh Spesifik

Sistem ini melibatkan limfosit dan antibodi dan akan bekerja bila patogen telah berhasil melewati sistem pertahanan tubuh nonspesifik.

Respon kekebalan tubuh terhadap antigen dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kekebalan humoral dan kekebalan selular.

  1. Kekebalan humoral
    Kekebalan humoral melibatkan aktivitas sel B dan antibodi yang beredar dalam cairan darah dan limfe. Serangkaian respon terhadap patogen ini disebut respon kekebalan primer. Apabila antigen yang sama masuk kembali ke dalam tubuh dengan cepat, maka tubuh akan memberikan respon kekebalan sekunder.
  2. Kekebalan selular
    Kekebalan ini melibatkan sel T yang berperan untuk menyerang sel-sel asing atau jaringan tubuh yang terinfeksi secara langsung.

Berdasarkan cara memperolehnya, kekebalan tubuh digolongkan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.

  1. Kekebalan aktif
    Kekebalan aktif adalah kekebalan yang dihasilkan oleh tubuh itu sendiri. Kekebalan ini diperoleh secara alami melalui penyakit, misalnya penyakit cacar dan secara buatan melalui vaksinasi.
  2. Kekebalan pasif
    Kekebalan yang diperoleh setelah menerima antibodi dari luar. Kekebalan ini dapat diperoleh secara alami melalui pemberian ASI dan secara buatan melalui penyuntikan antiserum.

Gangguan pada Sistem Pertahanan Tubuh

Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang sistem pertahanan tubuh. Pada topik ini, kalian akan belajar tentang gangguan pada sistem pertahanan tubuh.

Kalian tentu pernah terserang flu, kan? Flu bisa timbul karena sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan. Kelainan dan penyakit pada sistem kekebalan tubuh pada setiap manusia berbeda-beda.

Sistem kekebalan tubuh adalah mekanisme pertahanan tubuh dari penyakit dan infeksi. Benda asing—seperti bakteri, virus, dan lainnya—yang masuk ke dalam tubuh, akan dihancurkan oleh sistem ini. Sistem kekebalan tubuh kurang aktif dapat menyebabkan gangguan-gangguan berikut.

  1. Immune Deficiency Conditions
    Penyebab kelainan ini dipicu oleh penyakit kronis.
  2. Severe Combined Immunodeficiency
    Kelainan genetik terutama kromosom X. Penderita rentan terhadap meningitis, pneumonia, campak, cacar air. Pada anak-anak akan tampak dalam 3 bulan pertama kelahiran.
  3. AIDS
    Suatu penyebab infeksi yang menurunkan kekebalan secara fatal adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus tersebut menyebabkan kasus AIDS dengan menginfeksi dan secara cepat menghancurkan sel-sel T penolong. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah suatu sindrom menurunnya sistem kekebalan tubuh. AIDS termasuk penyakit menular seksual (PMS). Defisiensi sistem kekebalan (imun) dapat diperoleh dari keturunan. Defisiensi yang diwariskan tersebut umumnya mencerminkan kegagalan pewarisan suatu gen kepada generasi berikut sehingga dihasilkan makrofag yang tidak mampu mencerna dan menghancurkan organisme penyerbu, contohnya adalah severe combined immunodeficiency (SCID). Penderita SCID mengalami kekurangan limfosit B dan T, sehingga harus tinggal di lingkungan steril agar tidak terkena infeksi.

Sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif dapat menyebabkan beberapa gangguan berikut.

  1. Alergi
    Alergi adalah respon sistem kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap zat yang umumnya tidak berbahaya. Ada banyak alergen, seperti serbuk sari, spora jamur, getah karet, dan makanan tertentu atau obat-obatan seperti penisilin. Gejala alergi merupakan masalah/ kelainan ringan. Akan tetapi, dibutuhkan bantuan medis untuk mendiagnosa dasar penyebabnya. Alergi adalah respon yang hipersensitif terhadap antigen tertentu yang berasal dari lingkungan. Antigen yang memicu terjadinya reaksi alergi disebut dengan alergen. Alergi dapat disebabkan oleh sentuhan jenis tumbuhan tertentu yang menyebabkan gatal atau lainnya. Reaksi alergi juga dapat timbul dalam diri seseorang setelah memakan jenis makanan tertentu, misalnya udang, tiram, umbi, atau buah-buahan tertentu.
  2. Anafilaksis
    Anafilaksis merupakan alergi yang serius dan ekstrim. Dalam kondisi ini, alergen seperti makanan, obat-obatan atau gigitan serangga, bertindak memicu dan menyebabkan serangkaian gejala fisik yang tidak menyenangkan bagi seseorang. Gejala umum seperti gatal, bengkak, dan penurunan tekanan darah.
  3. Asma
    Asma merupakan gangguan kronis paru-paru yang disebabkan oleh peradangan saluran udara. Alergen, iritasi, atau bahkan stimulan seperti aktivitas fisik dapat memicu peradangan, sehingga menyebabkan berbagai ketidaknyamanan seseorang. Gejalanya, mengi, batuk, sesak nafas, dan sesak dada.

Berikut ini merupakan beberapa gangguan pada sistem pertahanan tubuh.

  1. Alergi
    Terdapat dua macam kategori utama reaksi alergi, yaitu reaksi alergi cepat dan reaksi alergi yang tertunda. Reaksi alergi cepat, misalnya karena tersengat lebah, menghirup tepung sari, atau binatang kesayangan. Reaksi alergi cepat ini disebabkan oleh mekanisme kekebalan humoral, yaitu diproduksinya imunoglobulin E (IgE). Reaksi alergi yang kedua adalah reaksi alergi lambat atau hipersensitif tipe tertunda DTH (Delayed Type Hypersensitivity). Contoh DTH ekstrim terjadi ketika makrofag tidak bisa dengan mudah menghancurkan substansi benda asing akibatnya sel T diaktifkan dan mendorong peradangan jaringan tubuh.
  2. Penolakan transplantasi
    Di dalam dunia kedokteran, terkadang dilakukan tindakan penyelamatan pasien melalui pencangkokan (transplantasi organ) untuk menggantikan suatu organ yang sudah mengalami disfungsi. Akan tetapi, tindakan ini tidak cukup mudah untuk dilakukan, karena dapat menimbulkan reaksi penolakan dari tubuh resipien terhadap organ donor yang diberikan. Hal ini terjadi karena setiap individu mempunyai histon kompatibilitas mayor (MHC = major histon compatibility), yaitu sidik jari protein unik yang bertanggung jawab terhadap stimulasi penolakan pencangkokan jaringan dan organ.
  3. Penurunan kekebalan
    Penyakit menurunnya kekebalan tubuh disebut dengan penyakit AIDS (Acquired Immunode ciency Syndrome). Penyakit ini disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeciency Virus). Virus HIV merupakan virus yang paling berbahaya. Tidak seperti virus lainnya, mikroorganisme ini benar-benar menonaktifkan sistem pertahanan. Virus HIV menimbulkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada tubuh manusia, yaitu dengan menyebabkan runtuhnya sistem pertahanan. Keadaan ini membuat manusia sangat mudah diserang oleh segala jenis penyakit.

Penyakit AIDS pernah diklaim sebagai penyakit sosial, karena awalnya diketahui penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual pada pasangan yang tidak resmi baik homoseksual maupun heteroseksual. Sebenarnya, penularan virus HIV dapat terjadi dengan beberapa cara yaitu:

  • hubungan seksual dengan penderita baik homoseksual maupun heteroseksual;
  • transfusi darah dari donor penderita;
  • penggunaan jarum suntik bekas dari penderita; dan
  • penularan dari ibu hamil kepada anaknya.

Autoimunitas

Penyakit autoimunitas merupakan penyakit yang menyebabkan gagalnya antibodi untuk membedakan antigen asing dan antigen dari dalam tubuh sendiri. Hal ini akan menyebabkan terjadinya kerusakan zat-zat yang dianggap sebagai antigen yang berada dalam tubuh. Penyakit autoimunitas terjadi karena sistem kekebalan kehilangan toleransinya terhadap diri sendiri dan melancarkan perlawanan terhadap molekul-molekul tertentu di dalam tubuh. Beberapa penyakit yang tergolong autoimunitas antara lain, sebagai berikut:

  • Eritematosus lupus sistemik (lupus)
    Penyakit ini dapat memicu sistem kekebalan untuk membangkitkan autoantibodi. Bahkan protein histon dan DNA yang dibebaskan oleh perombakan sel normal dalam tubuh juga dilawan. Ciri-ciri penyakit lupus antara lain: terjadinya ruam kulit, demam, artritis, dan kegagalan fungsi ginjal.
  • Artritis reumatoid
    Penyakit ini akan menyebabkan kerusakan dan peradangan yang sangat menyakitkan pada tulang rawan dan tulang-tulang pada persendian.

Multiple sclerosis

Multiple sclerosis banyak dijumpai di negara-negara maju. Penyakit ini menyebabkan sel limfosit T bersifat reaktif terhadap mielin serta memasuki sistem saraf pusat, sehingga akan merusak selubung mielin dari neuron. Akibatnya, penderita akan mengalami gangguan abnormalitas neurologis yang serius.

Untuk mengasah pemahaman kalian tentang gangguan pada sistem pertahanan tubuh, kerjakan soal-soal yang telah tersedia. Selamat belajar!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *