Tulang Pada Sistem Gerak

By | December 26, 2020
Tulang Pada Sistem Gerak

Tulang Pada Sistem Gerak

Tulang Pada Sistem Gerak

Tulang Pada Sistem Gerak – Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar sistem rangka manusia. Pada topik ini, kalian akan belajar tentang tulang pada sistem gerak. Tahukah kalian bahwa di dalam tubuh terdapat tulang yang kekuatannya setara dengan logam? Tulang apakah itu? Tulang paha merupakan tulang terpanjang dan terkuat. Tulang ini memiliki kekuatan 5 kali lebih besar dari sepotong baja yang beratnya sama. Untuk mendalami struktur dan fungsi tulang, simak penjelasan berikut.

Jenis tulang

Berikut ini merupakan jenis-jenis tulang.

▶ Tulang rawan (kartilago)

  • Bersifat lentur (elastis).
  • Pada orang dewasa terdapat pada telinga, ujung hidung, dan ruas antartulang belakang, antarruas tulang rusuk dan tulang dada, sendi-sendi tulang, dan pada cakra epifisis.
  • Disusun oleh sel kondrosit yang berasal dari kondroblas.
  • Diselubungi oleh selaput yang disebut perikondrium.
  • Kondrosit terdapat dalam lakuna.
  • Dinding lakuna menebal membentuk kapsula rawan.
  • Di dalam lakuna, pada umumnya terdapat 2 buah atau lebih sel tulang rawan.

Tulang rawan/ kartilago dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut.

▶ Kartilago hialin

  • Tersusun atas serabut kolagen halus berwarna bening kebiruan.
  • Terdapat pada semua rangka janin yang belum menjadi tulang, ujung costa, persendian-persendian, dan trakea.

▶ Kartilago elastin

  • Tersusun atas serabut elastin dan kolagen berwarna buram kekuningan, serta bersifat fleksibel dan elastis.
  • Terdapat pada telinga luar dan epligotis tulang rawan yang menutup celah menuju trakea.

▶ Kartilago fibrosa

  • Tersusun atas serabut kolagen yang padat dan kasar berwarna buram keputihan dan bersifat kaku.
  • Terdapat pada vertebrae dan simfisis pubis.

▶ Tulang sejati (osteon)

  • Tersusun dari sel-sel tulang yang sangat kompak pada permukaanya.
  • Sel-sel penyusun jaringan ikat khusus yang berasal dari sel-sel mesenkim, sel ini akan membentuk calon sel-sel tulang (osteogenik atau osteoprogenitor).
  • Terdiri dari osteosit dan matriks. Osteosit terdapat dalam lakuna, lalu lakuna-lakuna tersebut dihubungkan oleh kanalikuli.
  • Osteosit merupakan sel-sel tulang matang pembentuk tulang yang berasal dari osteoblas.
  • Osteoklas merupakan sel-sel besar berinti banyak serta berfungsi memindahkan matriks dari tulang lama dan menyisakan ruang untuk membentuk tulang baru.
  • Berat tulang sebagian besar tersusun atas garam mineral, yaitu 85% kalsium fosfat, 10% kalsium karbonat, 4% magnesium klorida, dan 1% kalsium fluorida. Oleh karena itu susunan tulang menjadi keras dan kaku.

Jenis Tulang Berdasarkan Bentuknya

▶ Tulang pipa

  • Tulang pipa merupakan tulang yang berbentuk seperti pipa (diafise), dengan kedua ujung tulang membulat (epifise).
  • Diafise merupakan bagian tengah tulang yang memanjang dan di tengahnya terdapat rongga.
  • Epifise tersusun dari tulang rawan yang disebut cakra epifise yang memiliki kemampuan untuk tumbuh memanjang.
  • Bagian tengah berisi sumsum tulang yang berisi pembuluh darah dan saraf dan berfungsi tempat pembentukan sel darah merah dan pembentukan sel-sel lemak.
  • Ditemukan pada femur, tibia, fibula, humerus, dan radius.

▶ Tulang pendek

  • Tulang pendek merupakan tulang-tulang yang lebih kecil dan tidak ada perbedaan yang nyata antara panjang dan lebarnya.
  • Bentuk seperti kubus, paku, atau berbentuk bulat.
  • Dapat bergerak bebas.
  • Ditemukan pada vertebrae dan metacarpal.

▶ Tulang pipih

  • Berbentuk lempengan-lempengan pipih yang lebar.
  • Berfungsi untuk melindungi struktur tubuh bagian bawahnya.
  • Terdapat pada iscium, skapula, dan cranium.

▶ Tulang tidak beraturan

  • Tulang dengan bentuk kompleks yang berhubungan dengan fungsi khusus.
  • Terdapat pada maxila, cranium, dan vertebrae.

Osifikasi

  • Pembentukan rangka manusia sangat ditentukan oleh osifikasi.
  • Kartilago pada dibentuk oleh sel-sel mesenkim.
  • Di dalam kartilago tersebut akan diisi oleh osteoblas. Osteoblas merupakan sel-sel pembentuk tulang keras. Osteoblas akan mengisi jaringan sekelilingnya dan membentuk osteosit (sel-sel tulang).
  • Sel-sel tulang dibentuk secara konsentris (dari arah dalam ke luar).
  • Setiap sel-sel tulang akan mengelilingi pembuluh darah dan serabut saraf, membentuk sistem havers.
  • Di sekitar saluran havers terdapat lamela konsentrik berupa matriks berbentuk cincin yang mengandung kalsium.
  • Di antara lamela konsentrik terdapat zona kosong yang disebut kanalikuli, berupa saluran kecil berisi cairan ekstraselular.
  • Kanalikuli menghubungkan lakuna dengan saluran havers.
  • Lakuna merupakan ruang terdapatnya osteosit.
  • Di sekeliling osteosit terbentuk senyawa protein pembentuk matriks tulang yang akan mengeras karena adanya garam kapur (CaCO3) dan garam fosfat (Ca3(PO4)2).
  • Osteoklas membentuk rongga, sedangkan osteoblas terus membentuk osteosit baru ke arah permukaan luar, sehingga tulang bertambah besar.
  • Proses ini dibedakan menjadi dua, yaitu osifikasi intramembranosa dan osifikasi intrakartilagenosa.
  • Osifikasi intramembranosa disebut penulangan yang berasal dari jaringan mesenkim.
  • Osifikasi intrakartilagenosa adalah penulangan yang berasal dari tulang rawan.

Untuk mengasah pemahaman kalian tentang tulang pada sistem gerak, kerjakan soal-soal yang telah tersedia. Selamat belajar!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *